Faktor penyebab siswa mencontek


Hai semua, akhirnya aku bisa nambah postingan di blog ini, udah lama sekali aku nyari nyari inspirasi tapi akhirnya dapet juga berdasarkan pengalaman nyata, di postingan ini aku memberi tahu tentang masalah yang sudah umum yaitu tentang menyontek yang seringkali terjadi di kalangan pelajar tapi sekarang aku memberitahu tentang analisa ku tentang faktor apa saja yang menyebabkan kenapa siswa itu sering menyontek, langsung yuk
Dari yang aku lihat sepertinya siswa selalu memiliki ide ide brillian untuk menyontek dari hidding book (buku dimasukkan ke dalam kolong meja),hidding phone (handphone disembunyikan di kolong meja atau kotak pensil) , dan ini yang paling lucu ,small fotocopy (bab yang memuat materi yang keluar saat ulangan difotokopi semua lalu di kecilkan, dengan cara ini pasti keliatan saru banget kan?yang mana soal yang mana juga fotokopi yang dikecilkan itu), faktor yang menyebabkan siswa menyontek itu ada banyak, dari hasil yang ku analisa biasanya siswa menyontek disebabkan oleh.

1.Kamu belajar nggak?

Ya bagi siswa yang tidak belajar dia pasti tidak bisa menjawab soal, satu satunya yang bisa dia lakukan agar lembar jawabannya terisi dan pada akhirnya mendapat nilai bagus ya hanyalah menyontek saja.ini kasus yang sudah umum kebanyakan siswa menyontek pasti karena dia tidak belajar, takut dengan nilai jelek tapi tidak belajar,ingin mendapat nilai bagus dengan membolehkan segala cara,maunya hanya instant saja.

2.mental kamu gimana?

Kebiasaan orang mendengar kata “ujian” saja udah ketakutan setengah mati, kalau begitu gimana bisa menghadapi ujian dengan maximal?lagi lagi pelajaran yang ada di kepalanya ke delete semua karena dipikirannya sudah mengatakan “aku tidak bisa,aku tidak bisa” karena takut dan berpikiran seperti itu akhirnya pada saat dilaksanakan ujian seseorang sering tidak mampu menjawab soal, akhirnya nyontek lagi deh, tapi aku heran banyak orang yang takut pada ujian tetapi tidak takut untuk menyontek.

3.Sistem belajar kamu bagaimana?

Kamu sudah belajar?tapi kenapa masih menyontek?pertanyaan itu sering keluar pada siswa yang mengaku sudah belajar tapi ketahuan menyontek oleh gurunya, salah satu alasan yang mungkin adalah “tidak tahu kenapa yang saya pelajari tidak masuk ke kepala saya” jika begitu sistem belajar harus dirubah, kalau yang sekarang sering digunakan adalah belajar sambil mendengarkan musik,tapi musik yang bagaimana?jika belajar biasanya disarankan menggunakan musik yang classic lagu lagu slow yang dapat memberi ketenangan seperti lagu mozart atau ayumi hamasaki itu sudah cukup untuk mengimbangi agar tidak terlalu stress saat belajar,jangan memilihlagu lagu dugem atau metal karena sangat susah masuk sebuah materi jika menggunakan lagu lagu metal atau lagu dugem untuk belajar karena konsentrasi akan terus kearah musik itu, buat apa belajar jika konsentrasi 100% kearah musik?, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa musik klasik bisa membantu kecerasan otak.

Banyak yang mengatasnamakan PERSAHABATAN dalam urusan menyontek, Mungkin karena negara ini terlalu menjunjung nilai “kebersamaan” jadinya dalam ujian pun kebersamaan tetap dipakai,pepatah “BERSAMA KITA BISA” telah melekat pada remaja remaja sekarang tapi sayangnya disalahartikan, begitu juga dengan kata “MANUSIA ADALAH MAKHLUK SOSIAL” manusia itu memang makhluk sosial manusia memang harus hidup bersama tetapi ada waktu tertentu dimana kita harus berjuang sendiri membuka jalan tanpa menggantungkan diri pada orang lain , aku pencinta anime dan banyak yang bilang anime itu “bullshit” tapi setidaknya aku mendapat pelajaran mengenai masalah ini. anak yang bodoh dengan belajar keras bisa menjadi yang terbaik tanpa menggantungkan diri kepada teman temannya.dan aku juga mendapat pelajaran dari anime itu bahwa persahabatan beda dengan persaingan, persahabatan tidak bisa dikaitkan dengan persaingan, persahabatan adalah persahabatan sedangan persaingan adalah persaingan.

Balik ke topik tentang kebersamaan, jika dijunjung tinggi nilai kebersamaan itu adalah hal yang positif asalkan bisa memilih mana yang menghasilkan dampak positif mana yang menghasilkan dampak negatif,dari yang kulihat juga sudah banyak masalah yang ditimbulkan dari perilaku contek mencontek ini seperti contohnya. Jawaban yang diberikan itu belum tentu jawaban benar semua, jika pada ulangan pencontek meniru jawaban teman yang disampingnya tanpa memprediksi dulu apakah jawaban itu benar atau salah (pokoknya asal lihat aja), sedangkan temannya membiarkan pencontek melihat hasil kerjanya. pada saat dibagikan kebetulan keduanya mendapat nilai dibawah standard sehingga harus melakukan “remedial” kemungkinan pencontek akan protes ke kawan yang dicontek,sedangkan si pemberi contekan pasti akan membela diri. apa yang terjadi setelah itu?masalah lagi kan?

aku tidak mengatakan yang menyontek itu salah (aku nggak munafik ya, aku juga sering nyontek),aku juga tidak bilang yang memberi jawaban itu salah, yang kulakukan disini adalah sekedar sharing pada para pembaca tentang masalah di kalangan pelajar melalui hasil analisa ku dan apa yang telah kulihat, ok mungkin sekian dulu ya, kalau dalam tulisan ini ada kekurangan aku minta kritik dan saran dari kalian.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s